Selasa, 19 Oktober 2010

Kedudukan Manajemen BK dalam Meningkatkan SDM Konselor dan Konseli dan Teori Manajemen yang Tepat dalam Pengembangan Manajemen BK

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
       Secara formal, keberadaan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah semakin mantap. Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan oleh permerintah, organisasi profesi (ABKIN---Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia) maupun pihak-pihak lain yang terkai hailnya baik secara kuantitatif maupun kulitatif. Dalam hal jumlah, dapat dikatakan semua SMP, SMU, SMK telah menjalankan bimbingan dan konseling.Tetapi jika ditilik secara seksama dari tinjauan professional, manajemen BK belum berjalan sesuai yang diharapkan.
       Dari sudut pandang BK sebagai profesi bantuan (helping profession) layanan BK harus didukung oleh personil yang memiliki kualitas professional tinggi sehingga akan dapat memberikan pelayanan professional yang berkulitas, akurat, dan dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders). Optimalisasi sumber daya berkenaan dengan pemberdayaan sekolah dalam pelaksanaan BK merupakan alternatif yang paling tepat untuk mewujudkan sekolah mandiri dan memiliki keunggulan tinggi.
B.     Rumusan Masalah
1.    Bagaimanakah kedudukan Manajemen Bimbingan dan Konseling dapat meningkatkan kualitas SDM konselor?
2.    Bagaimanakah kedudukan Manajemen Bimbingan dan Konseling dapat meningkatkan kualitas SDM konseli?
3.    Teori manajemen apa yang tepat dalam pengembangan manajemen BK?

C.     Tujuan
1.    Mengetahui kedudukan Manajemen Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kualitas SDM konselor
2.    Mengetahui kedudukan Manajemen Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan kualitas SDM konseli
3.    Mengetahui teori yang tepat digunakan dalam pengembangan manajemen BK

   BAB II
ISI

1.        Manajemen BK dalam Meningkatkan Kualitas SDM Konselor maupun Konseli
Untuk melihat kedudukan Manajemen BK dalam meningkatkan kualitas SDM baik konselor maupun klien dari hasil aplikasi manajemen BK, dapat dilihat dari konsep dasar pengertian manajemen BK serta fungsi manajemen yang di terapkan dalam BK, sehingga dapat diperoleh contoh konkretnya.
A.    Pengertian Manajemen Bimbingan dan Konseling
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajemen adalah segala proses kerjasama yang berfokus dalam suatu tujuan.
Manajemen bimbingan dan konseling adalah proses kerjasama yang didalamnya ada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan  pengawasan untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri dalam pemberian layanan kepada individu yang membutuhkan.
B.     Fungsi Manajemen dalam Bimbingan dan Koseling
1)        Planning (Perencanaan)
a)    Menetapkan tujuan dan target pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling
b)   Merumusakan strategi untuk mencapai tujuan dan target pelayanan Bimbingan dan Konseling.
c)    Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan untuk menunjang proses pelayanan
d)   Menetapkan standar atau indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling
2)        Organizing (Pengorganisasian)
a)    Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas dan menetapkan prosedur yang diperlukan untuk proses pelayanan Bimbingan dan Konseling
b)   Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab pada pelaksanaan pelayanan
c)    Kegiatan penempatan SDM pada posisi yang tepat.
3)        Actuating (Pengarahan)
a)    Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan dan pemberian motivasi kepada Konselor agar dapat bekerja secara efektif dan efisien melayani konseli dalam pencapaian tujuan untuk memandirikan konseli
b)   Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai proses pelaksanaan pelayanan agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
c)    Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
4)        Controling  (Pengawasan)
a)    Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target pelayanan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan
b)   Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan dalam proses pelayan Bimbingan dan Konseling
c)    Melakukan berbagai alternatif solusi atas berbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target pelayanan tersebut.
Adapun kaitanya tentang kedudukan manajemen BK dengan peningkatan kualitas SDM konselor dapat dilihat dari fungsi manajemen BK itu sendiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan , yang mana fungsi itu akan menjadikan konselor lebih professional dalam memberikan layanan, artinya sesuai aturan dan tahapan yang sesuai kebutuhan dari individu, tidak asal dalam memberikan layanan tanpa dasar dan tujuan yang jelas.
 Kemudian kaitanya manajemen BK dengan peningkatan SDM konseli yakni, proses manajemen bimbingan dan konseling yang mengacu pada konsep dasar manajemen akan menjadi alur yang teratur, serta didukung tenaga yang professional (mempunyai kualitas SDM baik) akan mencapai tujuan dari pelayanan Bimbingan dan Konseling yaitu mengoptimalkan perkembangan serta memandirikan individu dalam menjalankan kehidupannya secara sehat dan optimal. Intinya menjadikan individu dapat mengatur kehidupanya demi mencapai tujuan kehidupanya itu diartikan bahwa manajemen BK dapat meningkatkan kualitas SDM konseli.

2.        Teori Manajemen yang tepat diterapkan dalam pengembangan manajemen BK
Dari berbagai teori manajemen seperti teori manajemen klasik, teori manajemen klasik, Teori maajemen ilmiah, Teori manajemen modern, manajemen berdasar sasaran, dan manajemen informasi. Menurut saya yang tepat digunakan dalam pengembangan manajemen BK adalah Sistem Mananjemen Informasi (SIM)
Adapun alasan bahwa SIM itu tepat di terapkan sebagai pengembangan manajemen BK dilihat dari :
A.    Pengertian SIM (Sistem Informasi Manajemen)
Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah sistem informasi yang selain pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi juga memberi dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusan.
B.     Unsur SIM (Sistem Informasi Manajemen) Yang Efektif
1)        Ada data dan informasi yang dibutuhkan
2)        Prioritas data
3)        Mekanisme perolehan data
4)        Kontrol umpan balik data
5)        Mekanisme perbaikan sistem data
6)        Pendekatan sistem
7)        Proses pengolahan data
8)        Peralatan/mesin
C.     Prinsip yang mendasari SIM (Sistem Informasi Manajemen)
1)        Relevansi
2)        Fleksibilitas
3)        Efektifitas
4)        Efesiensi
5)        Kontinuitas
6)        Komprehensif
7)        Keterpaduan
D.    Pendekatan perencanaan SIM (Sistem Informasi Manajemen)
1)        Bagan organisasi
2)        Pengumpulan data
3)        Survey manajemen
4)        Bank data, dan pendekatan terpadu
              Setelah melihat dari berbagai sudut tentang SIM, maka aplikasi sistem untuk menjadi pengembangan manajemen BK adalah adanya Modul BK, modul yang berfungsi untuk mengolah data siswa yang perlu layanan khusus, seperti :
a.         Jumlah alpa (tidak masuk tanpa berita) siswa yang melebihi batas minimum.
b.         Jumlah siswa yang bermasalah
c.         Data entry presensi siswa terlambat datang ke sekolah seecara manual setelah siswa tersebut membuat laporan (alas an) secara rinci dan jelas.
d.        Membuat surat undangan untuk orang tua siswa ke sekolah untuk melakukan konsultasi (mencari jalan keluar yang terbaik) tentang siswa yang sudah melakukan kesalahan.
e.         Data entry peringatan untuk siswa
f.          Data Entry siswa berpestasi
Dari penjelasan penerapan SIM dalam BK bahwa tugas konselor lebih mudah dengan adanya Sistem Informasi Manajemen, terutama tugas konselor dalam pengumpulan data dan pengadministrian, jadi akan lebih terfokus dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling, bukanya terbuang oleh kegiatan pengumpulan data secara manual dan pengadministasian saja.

          
  BAB III
KESIMPULAN

Dengan adanya manajemen bimbingan dan konseling, maka akan dapat meningkatkan kualitas SDM baik konselor maupun konseli. Peningkatan kualitas SDM konselor melalui manajemen bimbingan dan konseling di sebabkan oleh proses manajemen dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan yang mengharuskan konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling lebih terarah, dan professional untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri. Sedangkan manajemen bimbingan dan konseling dapat menigkatkan kualitas SDM konseli disebabkan oleh konselor yang secara professional dalam memberikan layanan sesuai dengan manajemen bimbingan dan konseling, yang bermuara pada tercapainya keinginan konseli untuk hidup efektif dalam sehari-hari.
Teori manajemen yang tepat dipakai dalam pengembangan manajemen bimbingan dan konseling adalah SIM (Sistem Informasi Manajemen), yang dapat mempermudah, meringankan tugas konselor dalam pengumpulan data ataupun pengadministrasian secara otomatis dengan menggunakan teknologi informasi, sehingga kerja konselor akan lebih terfokus bagaimana memberikan layanan kepada konseli secara baik.



    
DAFTAR PUSTAKA

Handoko, T.Hani.2002.Manajemen Edisi II. Yogyakarta : BPFE
       http://media.diknas.go.id/media/document/4430.pdf (disusun oleh : Suryadi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar