Jumat, 15 Oktober 2010

Makalah Konseling Sebagai Ibadah


Nama            : Purwo Herlianto
NIM             : 1301408057
Prodi             : Bimbingan dan Konseling, S1
Mata Kuliah : Bimbingan dan Konseling Kelompok

Segi Ibadah dalam Konseling
oleh
 Purwo Herlianto

Abstrak : Ibadah diamanatkan kepada orang beriman; oleh sebab itu, ibadah merupakan bagian penting dari kehidupan seorang konselor. Ibadah bukanlah suatu pengalaman ataupun perasaan yang hangat, melainkan merupakan kekaguman kognitif serta penghormatan kepada Allah , yang difokuskan kepada-Nya. Tanpa ibadah, orang lebih mudah mengecilkan arti dosa dan ia akan gagal dalam pertumbuhan rohani. Ibadah menyadarkan kita akan kebutuhan spritual kita sendiri.
Ibadah mencakup ucapan syukur atas segala yang telah dilakukan Tuhan dalam kehidupan konselor dan para konseli. Ucapan syukur dapat membantu mencegah orang berkecil hati sewaktu menghadapi masalah sulit. Jadi, masalah-masalah semacam ini merupakan peluang untuk memuji Tuhan atas segala yang telah dilakukan-Nya dan dapat dilakukan-Nya.
Kata Kunci : Konseling, ibadah, konselor, klien



Pendahuluan
                Konseling adalah proses bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) yang diberikan kepada individu yang membutuhkan (disebut klien) secara sistematis dan continue, untuk mencapai tujuan konseling dan sesuai normatif.
Sedangkan konseling sebagai ibadah maksudnya dalam implementasinya konseling terdapat unsur  ibadah berhubungan dengan masalah kerohanian, dan keimanan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Kajian Teori
Implementasi konseling sebagai ibadah
            Implementasi konseling sebagai ibadah dapat di lihat dari barbagai aspek antara lain : Aspek Perkembangan, Aspek Konselor, Aspek konseli, Aspek dari proses konseling itu sendiri, tujuan konseling, hubungan terapis dengan klien, serta teknik dan metode.
1                    Aspek Perkembangan
Aspek perkembangan dalam konseling ini meliputi : Landasan hidup religius, Landasan perilaku etis, Kematangan emosi, Kematangan intelektual, Kesadaran tanggung jawab social, Kesadaran gender, Pengembangan pribadi, Perilaku kewirausahaan (kemandirian perilaku ekonomis), Wawasan dan kesiapan karir, Kematangan hubungan dengan teman sebaya, Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. Dan yang berhubungan dengan konseling ibadah yakni perkembangan Landasan hidup religious, yakni yang mempunyai tujuan : (a) Pengenalan : Mengenalkan arti dan tujuan ibadah, (b) Akomodasi : Berminat mempelajari arti dan tujuan setiap bentuk ibadah, (c) Tindakan : Melakukan berbagai kegiatan ibadah dengan kemauan sendiri.
2                    Aspek Konselor
Konseling bisa menjadi media untuk membantu orang lain dengan memanfaatkan ilmunya, dan yang  paling penting..,seorang konselor menjadi 'jembatan' bagi konseli untuk kembali mengingat Allah, yaitu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan Allah kepada manusia.
3                    Aspek Konseli
Dari segi konselinya ,bisa menjadi sarana untuk mengoptimalkan potensi potensi yg dianugerahkan Allah kepada manusia yan banyak, melalui konseling, konseli dibantu untuk meningkatkan potensi/ fitrahnya.
4                    Aspek Proses Konseling
Sebetulnya konseling merupakan suatu kegiatan yg sangat mulia, artinya melalui konseling, seseorang akan belajar untuk menerima, menghargai dan mengerti orang lain. Konseling juga menjadi media untuk belajar, memberikan/menerima contoh : arahan, pertimbangan,dan pastinya ajakan untuk berbuat lebih baik.
5                    Tujuan Konseling menurut Islam pemberdayaan iman, atau lebih tepatnya mengembalikan manusia sesuai dengan fitrahnya yaitu beragama tauhid dan penerima kebenaran, terikat pejanjian dengan Allah dan mengakui bahwa Allah itu Tuhannya, dibekali dengan potensi akal, pendengaran, penglihatan, hati, dan petunjuk Ilahiyah, sebagai khalifah atau pemegang amanat untuk tugas keagamaan, dan sebagai Abdullah (pengabdi), bertanggung jawab atas pebuatannya, serta diberi kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sesuai dengan fitrahnya.
6                    Hubungan Terapis Dengan Klien
Hubungan yang terjadi dalam konseling Islam antara klien dan terapis adalah uswah khasanah (teladan yang baik). Seperti yang tejadi pada waktu nabi SAW berkumpul dalam satu majelis untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh umatnya. Selain itu juga sebagai penyempurna ahlak. Hubungan yang terjadi dalam konseling Islam adalah keteladanan dari konselor terhadap kliennya. Terlebih dahulu konselor harus memahami diri mereka sediri sebelum memahami dunia klien, agar dalam proses konseling tidak terjadi salah persepsi atau salah paham terhadap permasalahan yang diajukan klien.
7                    Teknik dan Metode
Teknik yang bisa digunakan oleh konselor muslim dalam proses konseling juga tidak jauh berbeda ketika Nabi SAW melaksanakan dakwah, yaitu bil hikmah, mauidloh khasanah dan mujadalah. Sedangkan metode yang digunakan juga tetap mengacu pada hadist : Barang siapa melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisanmu, jika tidak mampu maka rubahlah dengan hatimu. Itulah selemah-lemahnya iman.
Simpulan
Dalam Eksistensial Humanistik adalah pribadi itu sendiri yang menentukan perilaku seseorang. Menurut Islam, karena sudah dibekali dengan potensi akal, pendengaran, penglihatan dan hati, maka tergantung manusia itu sendiri, mampu atau tidak dalam memanfaatkan potensi yang sudah diberikan Allah kepadanya untuk melihat dan mendengar tanda-tanda kekuasaan Nya. Perilaku manusia disatu pihak ditentukan oleh manusia itu sendiri, karena secara fitrah sudah dibekali Allah sejak lahir yaitu berupa bakat, di pihak lain adalah karena adanya campur tangan dari pihak lain, yaitu lingkungan dan masih ada satu unsur lagi sebagai pengendali dan penentu perilaku manusia adalah adanya unsur iman. Jadi dapat penulis simpulkan di sini perilaku manusia menurut Islam terjadi karena bakat, pengaruh lingkungan dan iman, termasuk didalamnya adanya campur tangan pihak lain, yaitu Allah




Daftar Pustaka
Mugiarso, heru.2007.Bimbingan dan Konseling.Semarang : Unnes press

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar